Contoh Kasus Perceraian Pengadilan Negri (Di luar islam)

Sidang Pembuktian Saksi dari Penggugat

Sidang pembuktian saksi adalah sidang terpenting dari proses perceraian di pengadilan, dimana dalam sidang ini adalah pembuktian adanya keretakan dalam rumah tangga itu benar adanya. Oleh sebab itu segala macam bentuk bukti-bukti dan saksi-saksi pendukung haruslah disiapkan dengan matang.

Adapun langkah-langkah sebelum sidang pembuktian adalah sebagi berikut:

Pengumpulan bukti-bukti:

Bukti-bukti yang harus dipersiapkan dan dibawa:

  • KTP asli Dodi dan KTP si istri beserta photocopy-nya;
  • Buku nikah asli dan photocopy-nya;
  • Kartu keluarga asli dan photocopy-nya (bila sudah dibuat);
  • Akta kelahiran anak asli dan photocopy-nya (jika punya anak).

Nazegelen bukti-bukti di kantor pos

Setelah bukti-bukti tersebut terkumpul, selanjutnya Dodi memisahkah antara bukti-bukti asli dengan bukti-bukti yang sudah photocopy-nya.

Bukti-bukti photocopy-an harus di nazegelen (di cap materai), caranya; bawalah bukti-bukti photocopy-an tersebut ke kantor pos besar (kantor pos pusat di lap. Banteng atau di kantor pos Mampang). Lalu tiap-tiap bukti photocopy-an tersebut ditempel materai dan di cap oleh petugas kantor pos. Biaya setiap materai dan pengecapan biasanya Rp 7.000-an.

Dan terakhir, berilah/tulislah nomor urut pada bukti-bukti photocopy tersebut di sampul depan pada posisi kanan atas seperti “Bukti P-1”, “Bukti P-2” dan seterusnya.

Contoh ( dalam perkara cerai Dodi ):

  • Bukti photocopy KTP Dodi, ditulis di kanan atas “Bukti P-1”;
  • Bukti photocopy KTP Dr. Wani, ditulis di kanan atas “Bukti P-2”;
  • Bukti photocopy buku nikah, ditulis di kanan atas “Bukti P-3”;
  • dan seterusnya.

Contoh surat/akta bukti dari Penggugat/Dodi :

Pages ( 15 of 20 ): « Sebelumnya1 ... 1314 15 1617 ... 20Maju »